Artikel Menghadapi Covid-19

Data Desa Dorong Ketepatan Sasaran Program Bantuan Sosial

Author: Philip Hulcome, Paulus Enggal Sulaksono
Published: 12/06/2020

Operator sistem informasi desa di Desa Kalikuning, Pacitan, memutakhirkan data calon penerima BLT-Dana Desa (Foto: KOMPAK)


Luasnya dampak COVID-19 dan pergerakan demografi penduduk yang dinamis memberi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam memastikan pelaksanaan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), salah satunya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, tepat sasaran. Salah satu tantangan tersebut berkaitan dengan pemutakhiran dan sinkronisasi data yang belum maksimal.

Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjawab tantangan ini dengan memanfaatkan Sistem Informasi Desa (SID) di wilayahnya untuk mendata keluarga calon penerima manfaat. SID mengonsolidasikan data kependudukan, menghadirkan informasi tentang populasi dan daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Melalui SID, pemerintah desa juga dapat mengidentifikasi warga yang belum memiliki dokumen kependudukan atau anak-anak yang tidak bersekolah. SID yang telah terhubung secara online dapat dihubungkan dengan sistem lainnya seperti basis data terpadu dan data kependudukan dan pencatatan sipil, serta dapat dimutakhirkan secara otomatis.

Pada tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Pacitan, dengan dukungan KOMPAK, mengembangkan SID di dua kecamatan, yaitu Tulakan dan Tegalombo. Berkat manfaat yang dirasakan pemerintah desa di dua kecamatan tersebut, pemerintah kabupaten mengembangkan SID ke seluruh 166 desa di Pacitan, salah satunya Desa Bubakan.

“Setiap tahun, kami melakukan survei terhadap warga desa. Survei ini memberi informasi tentang status pernikahan, jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan, kepemilikan berbagai jenis dokumen seperti akta kelahiran atau kartu keluarga, dan status disabilitas atau penyakit kronis tiap warga. Kami juga mengumpulkan informasi tentang kondisi rumahnya, apakah memiliki anak dan mereka bersekolah atau tidak, serta banyak lagi data lainnya,” terang Agus Hartanto, operator SID di Desa Bubakan.

Di masa pandemi COVID-19, informasi ini menjadi data yang amat bermanfaat bagi pemerintah desa dalam mendata keluarga calon penerima bantuan sosial. “Kami melakukan verifikasi data calon penerima bantuan yang diajukan kepala dusun dan dibandingkan dengan data keluarga miskin yang ada di sistem informasi desa. Data SID sendiri telah disesuaikan dengan kriteria keluarga miskin menurut Peraturan Bupati Pacitan tentang panduan verifikasi data keluarga miskin yang berhak,” ujar Agus.

“SID menghasilkan data yang membantu kami memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan. Kami menggunakan SID untuk mengetahui apakah seseorang termasuk dalam kriteria penerima bantuan dan apakah ia sudah memperoleh bantuan atau tidak. Data ini membantu kami mengidentifikasi orang-orang yang paling layak menerima bantuan,” lanjut Agus.

Pada akhir Juli 2020, sebanyak 54 keluarga miskin di desa tersebut yang memenuhi kriteria akhirnya menerima BLT-Dana Desa periode kedua dari pemerintah.

Artikel Menghadapi Covid-19
Data yang Akurat Mewujudkan Desa Berdaulat

Sadia* (69) tersenyum sembari mengucap syukur kala menerima amplop putih berisi uang senilai Rp600.000. Tangannya yang renta membubuhkan cap jempol pada daftar penerima Bantuan Lan...

Artikel Menghadapi Covid-19
Desa Plampang, NTB Siaga COVID-19 Dengan Realokasi APB Desa Tepat Waktu

Desa Plampang menjadi satu dari 11 desa di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat yang berhasil menyalurkan Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-Dana Desa), hi...

Artikel Menghadapi Covid-19
Bergerak di Tengah Pandemi

Pemerintah Indonesia tengah melaksanakan skema Jaring Pengaman Sosial (JPS) seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa) bagi masyarakat miskin dan rentan yang terdampa...

Menghadapi

COVID-19