Artikel

Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi Daerah dalam Forum Inspirasi Jawa Timur

Author: Catherine Regina
Published: 29/09/2021

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka Forum Inspirasi Jawa Timur yang dihelat di Hotel Harris, Surabaya, Kamis, 23 September 2021. Forum bertajuk “Kecamatan CETTAR untuk Jatim Bangkit” ini menghadirkan berbagai inovasi hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama KOMPAK. Kegiatan ini bertujuan  menginspirasi  pemerintah daerah lain untuk mengadopsi inovasi yang terbukti telah turut mendorong peningkatan kualitas layanan dasar dan peluang ekonomi daerah.

Inovasi tersebut antara lain Sistem Informasi Ibu dan Bayi (SIBUBA) yang membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso menurunkan angka kematian ibu dari 192 per 100.000 kelahiran hidup pada 2018 menjadi 177 per 100.000 kelahiran hidup pada 2020. SIBUBA adalah aplikasi berbasis android untuk memantau kondisi ibu hamil dan melahirkan sehingga Pemerintah Kabupaten Bondowoso dapat mengantisipasi layanan yang mereka butuhkan secara lebih cepat.

Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan, Kelompok Rentan lainnya (MUSRENA KEREN) serta Sekolah Perempuan, Disabilitas, Anak, dan Kelompok Rentan lainnya (SEPEDA KEREN) yang diinisiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek, mampu memastikan keterlibatan kelompok rentan dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang inklusif. Selain itu, melalui model Keperantaraan Pasar, pemerintah daerah bersama BUMDESMA dan aktor pasar mampu meningkatkan kesejahteraan petani jahe di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

Di Kabupaten Lumajang, pemerintah daerah melaksanakan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD) Terpadu untuk memastikan perencanaan dan penganggaran pembangunan oleh pemerintah desa yang tepat sasaran, responsif, inklusif, transparan, dan akuntabel. Sementara Layanan Adminduk Berbasis Kewenangan Desa (LABKD), berkontribusi mewujudkan Kabupaten Pacitan Tuntas Adminduk dimana cakupan kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun meningkat dari 47% pada 2017 menjadi 97% pada 2020.

Inovasi-inovasi ini adalah hasil kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Australia melalui program KOMPAK yang telah berlangsung sejak 2015 guna mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kemiskinan melalui perbaikan akses layanan dasar dan perluasan kesempatan ekonomi khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan.

"Kecamatan merupakan lini awal yang paling dekat dengan masyarakat yang dijadikan pusat koordinasi berbagai program pendampingan dari berbagai kementerian, seperti pendamping PKH (Program Keluarga Harapan), Pendamping Desa, Pendamping Pertanian, Mantri Statistik dan sebagainya. Jadi harus kita kuatkan institutional maupun capacity building-nya,” jelas Gubernur Khofifah.

Menurutnya, penguatan tersebut juga penting mengingat sebagian besar pekerjaan dan urusan layanan dasar yang berhubungan langsung dengan warga dikerjakan oleh beberapa institusi berbasis kecamatan. "Banyaknya tugas yang dikoordinasikan di tingkat kecamatan seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan koordinasi antar desa juga kelurahan ini benar-benar luar biasa. Maka kita harus mendukung dan mempersiapkan sumber daya manusia di level kecamatan  dalam berbagai aspek,” imbuhnya

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak berharap, inovasi-inovasi ini tidak berhenti di empat kabupatan uji coba. “Ini menjadi pilot project yang kemudian bisa dipertimbangkan oleh kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur dan di Indonesia. Bisa dijadikan inspirasi. Dijadikan referensi. Peran KOMPAK cukup besar. Saatnya sekarang kita memaparkan dan menggali potensi replikasi inovasi-inovasi ini. Atau malah menjadi inspirasi untuk inovasi-inovasi baru," tegasnya.

“Hari ini kita fokus pada program inovatif yang menguatkan peran kecamatan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, mendorong pengembangan ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas tata kelola, terutama di tingkat desa. Ketika camat diberikan mandat yang jelas, sarana dan sumber daya yang tepat, mereka akan mampu memfasilitasi perubahan-perubahan yang bermanfaat bagi desa dan masyarakatnya,” ujar Kirsten Bishop, Konselor Menteri untuk Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Kedutaan Besar Australia. Kirsten berharap, pemerintah provinsi dan kabupaten dapat melanjutkan bahkan mereplikasi inovasi-inovasi ini dan pemerintah pusat dapat mengadopsinya dalam kebijakan nasional.

Anna Winoto, Team Leader KOMPAK menekankan perlunya pemerintah daerah mereplikasi inovasi-inovasi ini agar dampaknya dapat terus berkelanjutan. “Di Jawa Timur, banyak sekali upaya kolaboratif yang dilakukan lintas institusi untuk menyelesaikan masalah kemiskinan. Dampak positifnya pun kini telah dirasakan oleh masyarakat, dan diharapkan praktik-praktik baik yang telah dilakukan dapat terus dilanjutkan agar memberi dampak secara keberlanjutan bagi masyarakat,” ucap Anna Winoto.

Selain diskusi praktik baik inovasi pemerintah daerah, Forum Inspirasi Jawa Timur juga menggelar pameran virtual yang berlangsung hingga 30 September 2021.

Artikel Aktivitas Lainnya

Artikel
Forum Inspirasi Sulawesi Selatan: Mendorong Lahirnya Inovasi untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Forum Inspirasi Sulawesi Selatan yang digelar Kamis, 11 November 2021, memaparkan inovasi-inovasi layanan dasar yang berhasil bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Bantaeng dan P...

Artikel
Kolaborasi Pemerintah Indonesia dan KOMPAK Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan dukungan KOMPAK – program Kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia - mengg...

Artikel
Tiga Inovasi Dukungan KOMPAK Raih Sinovik 2021

Tiga inovasi yang didukung KOMPAK, berhasi memenangkan penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021 dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional (SINOVIK) 2021 yang...

Menghadapi

COVID-19