Artikel

Membangun Asa Desa Tuntas Adminduk di Lombok Timur

Author: Meita Annissa
Published: 20/11/2019

Mahasiswa sedang mengumpulkan persyaratan untuk pembuatan administrasi kependudukan warga di Lombok Timur (Foto: KOMPAK).

Program Universitas Membangun Desa (UMD) merambah ke Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Semangat kolaborasi implementasi KKN tematik administrasi kependudukan kali ini ditunjukkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lotim bersama dengan Universitas Mataram (UNRAM), Universitas Gunung Rinjani (UGR) dan Universitas Hamzanwadi di lima kecamatan. UNRAM memilih lokasi di Terara, Aikmel dan Lenek; UGR di Sembalun dan Sambalia; dan Universitas Hamzanwadi di Pringgabaya. Padatnya penduduk dan dampak gempa Agustus 2018 menjadi salah satu pertimbangan pemilihan lokasi.

Persiapan dimulai pada Juni 2019 dengan penyusunan panduan KKN, dilanjutkan dengan pembekalan di masing-masing universitas, konsolidasi dan diskusi tentang tahapan serta teknis pelaksanaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan desa lokasi KKN menjadi desa tuntas adminduk yang mencakup e-KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, kartu identitas anak dan akta kematian.

Pada sosialisasi tanggal 22 Juli 2019, Dinas Dukcapil Lotim memantapkan peran untuk memastikan tujuan KKN tercapai sejalan dengan pencapaian target dalam RKPD dan RPJMD Kabupaten tentang kependudukan. Sosialiasi dihadiri 250 stakeholders dari DPMD, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, UPT Dukcapil, UPT Pendidikan, KUA, camat, dan perwakilan 80 perwakilan mahasiswa.

Sosialisasi menyepakati pembagian peran di tiga tahapan; (1) Sosialisasi dan pendataan oleh mahasiswa, Pokja Adminduk dan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD); (2) Pemberkasan dan verifikasi oleh tim di tahap 1 bersama UPT Dukcapil kecamatan; (3) Penyiapan warga dan lokasi oleh mahasiswa, pelayanan dan penerbitan dokumen oleh Dinas Dukcapil Lotim, serta distribusi dokumen oleh mahasiswa dan perangkat desa. Seluruh tahapan didanai penuh dengan APBD Dinas Dukcapil Lotim.

“Saya mengapresiasi pendekatan yang dilakukan KOMPAK yang menyatukan semua stakeholder dari dusun hingga provinsi dengan pihak di luar pemerintahan seperti LPA, FITRA, PEKKA dan perguruan tinggi. Kami mendukung kegiatan KKN dengan sosialisasi kebijakan dan informasi pelayanan adminduk, berkoordinasi lebih intens dan berdiskusi mencari solusi jika ada persoalan di lapangan,’ ujar Kepala Dinas Dukcapil Lotim H. Sateriadi. (Susana Dewi, Front Service Coordinator NTB)


Warga menerima dokumen kependudukan dengan bantuan dari mahasiswa melalui KKN tematik adminduk(Foto: KOMPAK)   





Artikel Aktivitas Lainnya

Artikel
Dokumen Kependudukan untuk Mengakses Layanan Pendidikan

Hasilnya, pada 2020, sebanyak 90 persen anak usia 0-18 tahun di Desa Muer sudah memiliki akta kelahiran dan KIA. Kepemilikan dokumen kependudukan ini memungkinkan mereka mengakses...

Artikel
Tiga Inovasi Dukungan KOMPAK Raih Sinovik 2021

Tiga inovasi yang didukung KOMPAK, berhasi memenangkan penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021 dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional (SINOVIK) 2021 yang...

Artikel
Mendorong Inovasi guna Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif

Kasmiati (62) akhirnya bisa tersenyum setelah dirinya terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial....

Menghadapi

COVID-19