Cerita Perubahan

Membangun Roh Program PROSPPEK

Author: Dana, Hilda Eveline
Published: 21/08/2020

“Kami percaya data Sistem Administrasi dan Informasi Kampung atau SAIK Plus ini akurat dan selalu diperbaharui karena dikelola oleh kader kampung setempat sehingga bisa menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merencanakan program pembangunan,” terang Markus Waran, Bupati Manokwari Selatan.

Keunggulan SAIK Plus yang dibangun KOMPAK bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari Selatan, Sorong, Fakfak, dan Kaimana sejak 2017 inilah yang mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat mengadopsi SAIK Plus guna mendukung Program Strategis Peningkatan Pembangunan Kampung (PROSPPEK) di seluruh 13 kabupaten/kota mulai 2020.

PROSPPEK adalah program yang bertujuan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), melalui perbaikan kesehatan, pendidikan dan peningkatan ekonomi di tingkat kampung dengan memanfaatkan Dana Otonomi Khusus (Dana Otsus) sebesar Rp225 juta/tahun untuk setiap kampung.

SAIK Plus sebagai platform digital untuk menyimpan dan memutakhirkan data sosial, kependudukan, dan ekonomi masyarakat yang dikelola kader kampung berperan menyediakan data akurat bagi pemerintah kampung supaya kegiatan perbaikan layanan dasar dan peningkatan ekonomi dapat tepat sasaran.

Sampai saat ini sebanyak 87 kampung di Provinsi Papua Barat telah mengembangkan dan memanfaatkan SAIK Plus yang dikelola oleh 92 kader kampung (70 laki-laki dan 22 perempuan) dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan.

“Selama ini kami mengandalkan SAIK Plus untuk membantu pemerintah kampung merencanakan program pembangunan yang lebih baik dengan menyediakan basis data yang bisa diakses masyarakat, sehingga meningkatkan transparansi dan keterlibatan masyarakat untuk mengelola pembangunan kampung,” tutur Yakobus Ramar, Kepala Distrik Oransbari.

Selain menyediakan basis data sosial, kependudukan, dan ekonomi masyarakat yang akurat, SAIK Plus mampu meningkatkan kerja sama lintas sektor (pendidikan, kesehatan, kependudukan, dan  kampung) yang dikawal oleh kepala distrik untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan dasar. “Misalnya kami kumpulkan data kasus malaria di kampung. Data itu dipakai puskesmas untuk membuat program pencegahan malaria yang lebih terarah,” jelas Paulus Kawey, Kader SAIK Kampung Oransbari Pantai.

Pemerintah Provinsi Papua Barat tengah mengembangkan SAIK Plus ke seluruh 1.742 kampung untuk mendata Orang Asli Papua (OAP). “Sehingga dana dan implementasi otonomi khusus di Papua Barat dapat memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang-orang asli Papua,” ungkap Legius Wanimbo, Kepala Bidang Perencanaan Otonomi Khusus, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua Barat.

Pada April 2020, Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan dukungan KOMPAK melakukan penyesuaian desain PROSPPEK sebagai respons pada situasi pandemi COVID-19. “Kita menyesuaikan kembali regulasi dan petunjuk pelaksanaan PROSPPEK. Diantaranya mewajibkan kampung untuk menggunakan dana PROSPPEK untuk kegiatan pencegahan COVID-19 dan membantu anak-anak mengikuti pembelajaran jarak jauh,” terang Hilda Eveline, Provincial Manager KOMPAK untuk Papua dan Papua Barat.

Cerita Perubahan Lainnya

Cerita Perubahan
Jurus Jitu Kabupaten Pekalongan Tekan Kemiskinan

Untuk mempermudah proses pengumpulan dan analisis data serta penentuan intervensi yang akurat, “Laboratorium Kemiskinan” memanfaatkan aplikasi SEPAKAT.

Cerita Perubahan
SIBUBA Memastikan Ibu Hamil Terlayani dengan Tepat

Ibu hamil dengan risiko tinggi di Bondowoso kini mendapatkan pelayanan yang lebih tepat. Aplikasi SIBUBA (Sistem Informasi Ibu dan Bayi) memungkinkan bidan desa memantau setiap keh...

Cerita Perubahan
Keperantaraan Pasar Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani Biofarmaka

Mulyono (60), petani jahe merah asal Desa Pule, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek menaruh asa pada ikhtiarnya menjadi petani binaan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) Sar...

Menghadapi

COVID-19