Artikel

Sosialisasi dan Penyusunan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Kabupaten Manokwari Selatan

Author: Admin
Published: 18/07/2017

(Foto: KOMPAK)


Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (SPM Dikdas) adalah salah satu tolak ukur kinerja pelayanan pendidikan dasar.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013 menyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan dasar sesuai SPM merupakan kewenangan kabupaten/kota. 

Untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar melalui penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan sekolah dasar di kampung-kampung, pemerintah melalui Departeman Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari Selatan mengadakan kegiatan sosialisasi dan penyusunan standar pelayanan minimal pendidikan dasar di tiga distrik di Kabupaten Manokwari Selatan. 

Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 13-15 Juli 2017 dan diikuti sekitar 100 orang peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, komite sekolah, pengawas sekolah, kepala distrik, kepala kampung serta tokoh masyarakat dari 26 sekolah dasar. Pelatihan dan penyusunan SPM pendidikan diadakan serentak yaitu di Distrik Oransbari, Ransiki dan Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. 

Kegiatan sosialisasi dan penyusunan SPM pendidikan ini didukung oleh  KOMPAK berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten Manokwari Selatan dan Program KOMPAK-BaKTI LANDASAN II.

Artikel Aktivitas Lainnya

Artikel
Dokumen Kependudukan untuk Mengakses Layanan Pendidikan

Hasilnya, pada 2020, sebanyak 90 persen anak usia 0-18 tahun di Desa Muer sudah memiliki akta kelahiran dan KIA. Kepemilikan dokumen kependudukan ini memungkinkan mereka mengakses...

Artikel
Tiga Inovasi Dukungan KOMPAK Raih Sinovik 2021

Tiga inovasi yang didukung KOMPAK, berhasi memenangkan penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik 2021 dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional (SINOVIK) 2021 yang...

Artikel
Mendorong Inovasi guna Mewujudkan Pembangunan yang Inklusif

Kasmiati (62) akhirnya bisa tersenyum setelah dirinya terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial....

Menghadapi

COVID-19